Gubernur Anies Pamer Surat Pujian Bupati Manggarai di Instagram

Suara.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pada Rabu (13/10/2018), memamerkan surat berisi apresiasi dari Bupati Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) atas penggunaan nama Jak Lingko untuk program transportasi terintegrasi di Ibu Kota.

Bupati Manggarai, Deno Kamelus, dalam surat bertanggal 13 Oktober 2018 itu menyampaikan terima kasih atas penggunaan kata lingko yang diserap dari kata bahasa daerah Manggarai.

“Dengan ini, atas nama Pemkab Manggarai dan komunitas masyarakat Manggarai menyatakan kebanggaan kami dan menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak atas keputusan pemberian nama Jak Lingko,” tulis Deno dalam surat itu.

Bagi Pemkab Manggarai, keputusan tersebut merupakan salah satu bentuk penghargaan atas eksistensi budaya pembagian tanah di Kabupaten Manggarai dengan sistem Lingko.

“Keputusan tersebut merupakan salah satu bentuk pengakuan dan penghargaan atas eksistensi budaya sistem Lingko dan tercatat dalam sejarah perjanjian kebudayaan Manggarai,” lanjut Deno.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengunggah foto surat apresiasi dari Bupati Manggarai, Deno Kamelus, terkait penggunaan nama Jak Lingko di akun Instagramnya, Rabu (17/10). [Instagram/aniesbaswedan]Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengunggah foto surat apresiasi dari Bupati Manggarai, Deno Kamelus, terkait penggunaan nama Jak Lingko di akun Instagramnya, Rabu (17/10). [Instagram/aniesbaswedan]

Anies dalam akun Instagramnya, selain menggungah foto surat juga memuat foto songkok serta songke Manggarai. Anies juga menuliskan rasa terimakasihnya atas penghargaan dari Pemkab Manggarai tersebut dan merasa beruntung Indonesia ditopang oleh 700 lebih bahasa daerah.

“Hal ini memperkaya Bahasa Indonesia dengan menyerap istilah-istilah dari bahasa daerah, Pemprov DKI Jakarta berterima kasih kepada saudara-saudara di Manggarai yang telah menyumbangkan sebuah kata dari bahasanya untuk memperkaya Bahasa Indonesia dan menjadi sebutan bagi program integrasi transportasi di Jakarta,” tulis Anies.

Anies menyebut pemberian nama Jak Lingko tersebut sudah didasari dengan berbagai riset dan memang diserap dari istilah yang digunakan masyarakat Manggarai untuk menyebut sistem pembagian tanah persawahan yang berbentuk jaring.

Lebih lanjut, Anies mengatakan kata lingko juga mirip dengan kata bahasa Inggris ‘link’ yang bermakna ketersambungan.

“Harapannya Jak Lingko akan mudah diasosiasikan sebagai jaringan/ketersambungan transportasi ketika diucapkan. Jadi, mari bangga menggunakan kosakata daerah!,” tulis Anies mengakhiri. (Antara)