Ini Batasan Kapan Anda Harus Berhenti Gendong Bayi

Suara.com – Bayi masih dalam masa pertumbuhan sehingga Anda harus menggendongnya, namun, menggendong bayi itu ada batas waktunya. 

Kapan waktu yang tepat bagi orangtua untuk berhenti menggendong anak? Cari tahu jawabannya berikut ini seperti dilansir di Hello Sehat.

Alasan kenapa orangtua harus menggendong bayi

Saat dilahirkan bayi belum bisa apa-apa. Seiring waktu, bayi akan belajar bagaimana caranya untuk mengubah posisi tubuhnya menjadi tengkurap, merangkak, dan akhirnya berjalan.

Pada masa bayi belum bisa berjalan, orangtua pasti harus menggendong bayi ke mana pun. Misalnya, saat mengajaknya jalan-jalan keluar menikmati matahari pagi, menyuapi makan, atau sekadar memindahkan bayi ke tempat lain. Anda bisa menggendong bayi hanya dengan tangan saja atau menggunakan kain gendongan.

Selain itu, menggendong bayi adalah salah satu cara untuk menjalin ikatan yang kuat antara bayi dengan orangtua, nenek, kakek, pengasuh, dan juga orang-orang di sekelilingnya.

Menggendong menawarkan sentuhan dan pelukan sehingga membuat suasana aman, tenang, dan nyaman bagi anak. Ini bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang sedang rewel karena sakit atau ketakutan.

Kapan sebaiknya orangtua berhenti menggendong anak?

Saat anak sudah bertambah besar, Anda tidak mungkin terus menggendongnya, bukan? Menggendong anak bisa membatasi pergerakan anak untuk menjelajahi lingkungan dan menghambat kemampuan motorik anak untuk berjalan, melompat, atau berlari.

Selain itu, berat badan anak juga bisa menguras stamina orangtua sehingga jadi cepat lelah atau juga membuat lengan tangan, pinggang, atau punggung jadi pegal.

Oleh karena itu, orangtua harus sebisa mungkin mengurangi kebiasaan ini.

Waktu yang tepat untuk berhenti menggendong anak berbeda-beda bagi setiap orangtua. Umumnya, saat anak sudah mulai bisa berjalan, kebiasaan menggendong harus dikurangi.

Biasanya anak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda mulai bisa berjalan sekitar usia 9 sampai 12 bulan.

Sampai anak sudah berusia 2 atau 3 tahun, kemampuan berjalan, berlari, dan melompat anak sudah meningkat, menggendong bisa dilakukan seperlunya saja. Misalnya jika anak sedang merasa ketakutan, bersedih, terlihat kelelahan dan mengantuk saat bepergian, atau menyebrang jalan.

Bagaimana caranya untuk mengurangi kebiasaan menggendong anak?

Melatih kemandirian anak untuk tidak lagi merengek minta gendong, Anda perlu mengakalinya dengan beberapa cara. Kuncinya adalah membiasakan anak untuk berjalan. Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini, seperti:

Memberi kebebasan anak untuk mengasah kemampuannya untuk berjalan, melompat, atau berlari. Bagi anak yang belum lancar berjalan, Anda bisa memegang tangannya ketika melangkahkan kakinya.

Tidak lagi menyuapinya dengan digendong, biarkan anak makan sambil duduk.
Tidak lagi mengendongnya ke kamar mandi jika ia ingin buang air malam-malam. Anda cukup mengantar dan menemaninya saja.

Jika Anda berjalan-jalan di luar rumah, Anda bisa menggenggam tangannya dan luangkan waktu untuk beristirahat. Memperbanyak aktivitas di luar rumah dengan jalan kaki, melatih anak jadi tidak lagi-lagi merengek minta digendong.

Siapkan sepatu yang nyaman; sesuai ukuran kaki dan kegiatan anak.

Jelaskan pada anak, bahwa anak seusianya tidak lagi cocok untuk digendong. Beri contoh pada anak jika temannya yang lain tidak merengek minta digendong.

Kalau harus pergi seharian dan banyak berjalan kaki, sebaiknya bawa stroller yang nyaman supaya anak tidak perlu digendong ketika ia butuh istirahat.

Jadi jangan manjakan bayi dengan menggendong melewati batas waktunya, biarkan ia belajar  berjalan dan berkembang mengikuti umurnya. 

Berita ini sudah tayang di Hello Sehat dengan judul Kapan Orangtua Harus Berhenti Menggendong Anak?